2025Jurusan Syariah
AKIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
Jurusan ini itu kombinasi dua bidang utama: Aqidah (keyakinan dasar Islam) dan Filsafat Islam (pemikiran filosofis dalam tradisi Islam).
- Aqidah: Di bagian ini, kamu bakal belajar apa aja sih keyakinan pokok dalam Islam (Rukun Iman: percaya Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Akhir, Takdir), dalil-dalilnya dari Al-Qur’an dan Hadis, serta penjelasan dari para ulama tentang keyakinan-keyakinan itu. Ini lebih ke apa yang harus diyakini berdasarkan wahyu.
- Filsafat Islam: Di bagian ini, kamu belajar gimana para pemikir atau filsuf Muslim (dari zaman dulu sampai sekarang) mencoba memahami hal-hal mendasar kayak Tuhan, alam semesta, manusia, pengetahuan, dan nilai-nilai kebaikan, pakai akal dan logika. Mereka sering berdialog dengan filsafat Yunani tapi tetep dalam bingkai keislaman.
Jadi, di jurusan ini kamu nggak cuma tahu apa yang diyakini (Aqidah), tapi juga belajar gimana cara berpikir mendalam dan rasional soal hal-hal fundamental (Filsafat Islam), yang seringkali juga berhubungan sama keyakinan itu sendiri. Ilmu Kalam biasanya jadi salah satu mata kuliah atau bagian dari studi Aqidah di sini.
3 Kelebihan Kuliah Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam:
- Pemahaman Utuh Iman dan Akal: Kamu belajar keyakinan (Aqidah) dari dalil naqli (Al-Qur’an & Hadis) dan juga belajar gimana akal (Filsafat) digunakan oleh para pemikir Muslim untuk memahami Wujud Tuhan, alam, dan manusia. Ini bikin kamu punya pandangan yang komprehensif tentang hubungan iman dan akal dalam Islam.
- Wawasan Intelektual Islam yang Luas: Kamu bakal ‘kenalan’ sama banyak pemikir hebat dalam sejarah Islam, mulai dari ulama ahli Aqidah sampai filsuf-filsuf yang karya-karyanya mengagumkan. Ini nambah wawasanmu soal kekayaan khazanah intelektual Islam.
- Mengembangkan Kemampuan Berpikir Filosofis: Belajar Filsafat itu ngasah banget otak buat mikir analitis, kritis, dan spekulatif soal pertanyaan-pertanyaan paling mendasar tentang hidup, alam semesta, dan pengetahuan. Ini skill mikir tingkat tinggi.
Perbandingan dengan Jurusan Ilmu Kalam
Nah, kalau Aqidah dan Filsafat Islam itu mempelajari keyakinan (Aqidah) dan pemikiran filosofis (Filsafat Islam), Jurusan Ilmu Kalam itu lebih fokus spesifik di sisi pembelaan dan argumentasi teologis untuk keyakinan (Aqidah) itu sendiri.
Ini tabel perbandingannya:
| Aspek | Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam | Jurusan Ilmu Kalam |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Studi Aqidah (keyakinan dasar berbasis dalil) & Sistem pemikiran Filsafat Islam. | Pembelaan dan argumentasi rasional untuk Aqidah. |
| Cakupan Materi Khas | Rukun Iman (dalil & penjelasan), Sejarah Filsafat Islam, Tokoh-tokoh Filsafat Muslim (Al-Farabi, Ibnu Sina, dll), Isu Metafisika, Epistemologi, Etika Filosofis Islam. Ilmu Kalam sering dibahas sebagai bagian dari studi Aqidah atau sejarah pemikiran. | Pembahasan Sifat Allah (dari sisi argumentasi & perbandingan aliran), Isu Takdir vs Kehendak Bebas (perdebatan aliran Kalam), Keadilan Tuhan, Sejarah Aliran Kalam (Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah), Logika & Dialektika Kalam (alat argumentasi). |
| Pendekatan Utama | Normatif (menggali Aqidah dari dalil), Rasional-spekulatif (menggali Filsafat), Analisis Historis pemikiran. | Teologis-argumentatif, dialektis, fokus pada how to defend keyakinan dari tantangan pemikiran lain. |
| Ruang Lingkup Pertanyaan | Apa saja keyakinan dasar Islam dan dalilnya? Bagaimana para filsuf Muslim menjelaskan wujud dan hakikat? Bagaimana hubungan agama dan akal dilihat dari sejarah pemikiran Islam? | Bagaimana membuktikan Keesaan Allah secara logis? Bagaimana menjawab keraguan atau serangan terhadap keyakinan Islam? Apa argumen aliran A vs aliran B soal sifat Tuhan? |
| Prospek Karir Khas | Dosen Aqidah/Filsafat Islam, Peneliti Aqidah/Filsafat, Staf Pengajar/Pengkaji di Lembaga Pendidikan Keagamaan/Penelitian, Penulis Buku Aqidah/Filsafat. | Dosen Ilmu Kalam/Teologi, Peneliti Teologi, Staf di Lembaga Dakwah (fokus penguatan/pembelaan Aqidah), Penulis Buku Teologi Populer. |
Singkatnya, kalau Aqidah dan Filsafat Islam itu mempelajari apa saja keyakinan dasarnya dan bagaimana para pemikir Muslim jaman dulu mikir mendalam soal itu, Ilmu Kalam itu lebih fokus gimana cara ngebela keyakinan itu pakai logika dan ngejawab tantangan-tantangan.
Keduanya sama-sama bikin kamu jadi orang yang punya dasar keyakinan kuat dan kemampuan mikir yang tajam. Tinggal pilih, lebih suka fokus di pembelaan argumentatif (Ilmu Kalam) atau di studi keyakinan dan sistem pemikiran yang lebih luas (Aqidah dan Filsafat Islam).