KULIAH SASTRA JEPANG

KULIAH SASTRA JEPANG

Pinterin

Wajib Tahu! 5 Fakta Kuliah Sastra Jepang

Kuliah Sastra Jepang, Sebelum Anda terjun ke jurusan yang akan di tuju, ada baiknya untuk mencari tahu mengenai fakta-fakta tentang jurusan tersebut. Kali ini, mari mengenali 5 fakta tentang berkuliah di jurusan sastra Jepang.

1. Tidak Semua Mahasiswanya Wibu

Wibu berasal dari kata Weeaboo yang secara umum berarti orang yang terobsesi pada hal yang berhubungan dengan Jepang dan budayanya bahkan melebihi budaya mereka sendiri. Biasanya seorang wibu, bisa dikatakan identik dari pakaiannya yang diselaraskan dengan tokoh-tokoh anime yang sering mereka tonton.

Meskipun Anda berkuliah pada jurusan sastra Jepang, tidak semua mahasiswanya Wibu lho! Setiap mahasiswa yang masuk ke jurusan manapun pasti memiliki alasan yang berbeda-beda.

2. Tidak Selalu Bisa Baca Kanji

Yap, bahasa Jepang mempunyai banyak aksara yaitu hiragana, katakana, kanji, dan juga romaji. Untuk bisa belajar sebegitu banyaknya kanji, pelajaran tentang kanji atau yang ada dalam mata kuliah hyouki akan dibagi menjadi banyak bagian, semester satu Anda akan belajar 1000 kanji, semester dua 1000 kanji, dan seterusnya. Selain dari hurufnya yang banyak, goresan pada kanji pun terbilang banyak, belum lagi jika satu kanji memiliki makna yang sama.

3. Bisa Menilai Negara Ini Secara Objektif

Berkuliah di sastra Jepang tidak hanya belajar tentang bahasanya saja, namun juga budaya (nihon jijo) serta sejarah (nihon shi) masyarakatnya pun ikut dipelajari di kuliah ini. Dengan mempelajari budaya Jepang, tidak berarti kita bisa terus menerus mengindahkan segala hal yang dilakukan oleh Jepang.

4. Menghafal Adalah Kewajiban, Menghafal Adalah Keharusan

Tidak heran daya ingat pada anak bahasa bisa dikatakan bagus, karena mereka diharuskan untuk bisa menghafalkan banyak huruf dan juga pola kalimat dalam suatu bahasa. Hal itu juga berlaku untuk mahasiswa dari jurusan sastra Jepang. Banyak spesifiknya pola kalimat (bunpou) dalam bahasa Jepang mengharuskan mahasiswanya untuk menghafal setiap ujian mata kuliah tersebut.

5. Budaya Senioritas Bukan Sekadar Formalitas

Tingginya budaya senioritas di Jepang bisa tercermin juga dari kehidupan mahasiswa sastra Jepang. Mahasiswa sastra Jepang akanbmemanggil dosennya dengan sebutan sensei. Menyapa senior dengan sebutan senpai serta junior dengan kouhai, ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Di awal ketika menjadi mahasiswa baru, senioritas bukan sekadar formalitas tetapi keharusan dalam mendidik mental. Namun tetap dalam batasan wajar.