Bahasa Indonesia UTBK Bab 1 Paragraf

Pinterin

Paragraf

Paragraf terbentuk dari rangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis. Untuk menghasilkan sebuah kalimat, diperlukan kata-kata. Kata-kata yang digunakan untuk membentuk sebuah kalimat tidak semuanya dapat langsung diketahui maknanya oleh pembaca. Ketidaktahuan tersebut karena kata mempunyai jenis makna yang berbeda-beda. Jenis makna kata dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Makna kata berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, antara lain makna leksikal adalah makna yang bersifat tetap dan tidak terikat dengan kata lainnya (berdiri sendiri). Makna leksikal sering disebut dengan makna sesuai kamus, misalnya: Salah satu faktor penghambat perkembangan jumlah pemakai internet di komunitas sekolah dan kampus adalah infrastruktur (perangkat dan jaringan) dan tarif yang dirasakan masih cukup tinggi. Makna kata infrastuktur menurut KBBI adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya usaha/pembangunan. Makna gramatikal adalah makna kata yang telah mengalami proses morfologis, misalnya Padi itu telah menguning. Makna kata menguning adalah menjadi kuning.

2. Makna kata berdasarkan ada tidaknya makna tambahan dibedakan menjadi dua, yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Makna denotasi adalah makna kata yang sebenarnya/lugas (sesuai dengan konteks pemakaianya dalam kalimat), misalnya kambing hitam bermakna kambing yang mempunyai bulu berwarna hitam. Makna konotasi sering disebut dengan makna tambahan/makna kata yang tidak sebenarnya (idiomatis) misalnya kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan.

Paragraf mengandung satu ide pokok/pikiran utama/gagasan utama dan didukung oleh beberapa gagasan penjelas yang dijabarkan dalam kalimat-kalimat penjelas.

Ide pokok/pikiran utama adalah pokok persoalan yang terdapat dalam paragraf. Ide pokok dapat ditemukan di dalam kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung ide pokok/pikiran utama paragraf tersebut, atau lebih mengacu kepada apa yang dibicarakan dalam paragraf tersebut. Kalimat utama berbentuk kalimat luas dan dijelaskan oleh kalimat-kalimat penjelas yang berbentuk contoh, opini-opini, dan peristiwa ilustratif. Cara menentukan kalimat inti dalam kalimat utama adalah dengan menentukan subjek inti dan predikat karena ciri kalimat inti minimal memiliki pola S P. Namun, ada juga kalimat inti yang berpola S P O maupun S P K. Jika ide pokok/pikiran utamanya berupa kalimat majemuk, pikiran utama/ide pokok berada dalam induk kalimat (S + P).

Syarat paragraf yang baik:

koherensi dan kohesi.

Koherensi berarti kalimat-kalimat yang ada dalam paragraf saling berhubungan/saling menjelaskan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lain. Kohesi berarti paragraf harus membentuk satu kesatuan sehingga sebuah paragraf memerlukan adanya konjungsi antarkalimat maupun antarparagraf. Kohesi leksikal dapat berupa pengulangan, sinonim, antonim, maupun hiponim (kata khusus). Kohesi gramatikal dapat berupa kata rujukan.

Kata rujukan

adalah kata atau frasa yang merujuk pada kata atau frasa yang lain. Kata yang sering digunakan dalam merujuk kata antara lain ini, itu, tersebut, hal ini, dan hal di atas. Paragraf digunakan untuk menginformasikan gagasan, peristiwa, atau permasalahan secara tersurat dan tersirat. Makna tersurat berarti isi paragraf yang dapat diketahui secara langsung tanpa memahaminya. Kita dikatakan mampu memahami isi paragraf jika kita mampu memberikan tanggapan-tanggapan, yang berupa kalimat persetujuan atau kalimat penolakan. Menyampaikan tanggapan yang berupa kalimat persetujuan atau kalimat penolakan berati kita melakukan penilaian, misalnya apakah paragraf yang kita baca itu merupakan fakta atau opini.

Fakta adalah peristiwa atau keadaan yang nyata dan benar-benar terjadi. Sementara itu, yang dimaksud pendapat atau opini ialah pernyataan yang muncul dari pemikiran atau tanggapan seseorang.

Fakta dan opini yang disertai dengan alasan yang mendukung dapat digunakan untuk menentukan kesimpulan/pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi/isi bacaan. Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan dapat ditemukan dengan membaca keseluruhan teks.

Masalah yang dikemukakan dalam bacaan dapat mengacu pada rumus ADIKSIMBA antara lain:

x Apa: menyatakan masalah, peristiwa, atau kejadian dalam teks.

x Di mana: menanyakan tempat peristiwa yang dibahas dalam teks.

x Kapan: menanyakan waktu peristiwa yang dibahas dalam teks.

x Siapa: menanyakan orang yang dibahas dalam teks.

x Mengapa: menanyakan alasan atau sebab peristiwa yang dibahas dalam teks.

x Bagaimana: menanyakan proses terjadinya peristiwa/masalah yang dibahas dalam teks.

Penyajian teks paragraf yang berpedoman pada rumus ADIKSIMBA memiliki pola yang bervariasi. Hal ini terbukti pada teks berita yang memiliki tema yang sama, tetapi teknik penyajian yang digunakan berbeda. Permasalahan yang ditulis penulis dalam paragraf mempunyai tujuan tertentu.

Tujuan tersebut ditujukan kepada pembaca. Setelah membaca keseluruhan paragraf, Anda dapat menyimpulkan isi bacaan. Simpulan adalah sesuatu yang disimpulkan atau pendapat terakhir berdasarkan penjelasan sebelumnya. Simpulan dapat diketahui berdasarkan letak gagasan pokok. Simpulan harus sesuai dengan isi paragraf.

A. Unsur-Unsur Paragraf

Agar membentuk satu kesatuan, sebuah paragraf harus memiliki unsur-unsur antara lain sebagai berikut.

1. Terdapat sedikitnya satu kalimat utama. Kalimat utama memiliki ciri bentuk kalimatnya lebih luas cakupannya/lebih umum, dijelaskan oleh kalimat yang lain, kata kuncinya selalu diulangulang baik secara langsung atau dengan menggunakan kata ganti.

2. Terdapat beberapa kalimat penjelas, yang memiliki ciri berupa opini, contoh-contoh, dan bisa juga berupa peristiwa ilustratif yang berfungsi untuk menjelaskan kalimat utama.

3. Terdapat kalimat penegas yaitu kalimat utama di akhir paragraf yang menegaskan kalimat utama di awal paragraf.

4. Terdapat transisi yang berfungsi untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam paragraf. Misalnya, dengan konjungsi sehingga, tetapi, oleh karena itu, dengan demikian, jadi, u, namun, bahkan, dan apalagi.

B. Jenis-Jenis Teks

1. Teks Berita

Teks berita adalah teks yang melaporkan kejadian, peristiwa, atau informasi mengenai sesuatu yang telah atau sedang terjadi. Struktur teks berita terdiri atas judul, teras berita, dan tubuh berita. Judul berita merupakan kata kunci yang mewakili keseluruhan berita. Judul berita biasanya memuat kejadian yang dibahas atau disampaikan. Teras berita adalah bagian yang sangat penting dari berita. Dalam teras berita terangkum inti keseluruhan isi berita. Teras berita ditulis untuk menarik pembaca melihat lebih lanjut isi berita. Tubuh berita adalah inti teks berita. Tubuh berita merupakan kelanjutan isi berita yang dapat memberitahukan lebih rinci keseluruhan peristiwa yang diberitakan. Kebahasaan teks berita menggunakan bahasa baku, adanya penggunaan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.

2. Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah karangan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau gagasan yang bersifat pribadi. Ciri-ciri teks eksposisi: x berusaha menjelaskan tentang sesuatu; x gaya bersifat informatif; dan x fakta dipakai sebagai alat kontribusi.

Struktur teks:

a) Pendapat (tesis) berisi pendapat yang dikemukakan oleh penulis teks.

b) Argumentasi atau isi berisi argumen-argumen (alasan) yang mendukung pernyataan penulis.

c) Penegasan ulang berisi pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pernyataan (tesis).

3. Teks Prosedur Teks prosedur merupakan teks berisi tujuan dan langkah-langkah yang harus diikuti agar suatu pekerjaan dapat dilakukan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibolak-balik, teks tersebut disebut protokol.

Ciri-ciri teks prosedur:

x memuat informasi tentang cara membuat, menggunakan, atau memakai sesuatu;

x menggunakan bahasa yang komunikatif; dan

x banyak dijumpai penggunaan kalimat perintah atau imperatif.

Struktur teks:

a) Tujuan, berisi maksud yang ingin dicapai.

b) Langkah-langkah, berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

4. Teks Editorial

Teks editorial/tajuk adalah berita utama di surat kabar yang berisi kupasan masalah aktual atau yang baru saja terjadi dan masih menjadi bahan pembicaraan di masyarakat.

Struktur teks editorial:

a) pernyataan pendapat: berisi pendapat penulis tajuk mengenai masalah yang sedang ramai dibicarakan;

b) argumentasi: berisi penyampaian argumen-argumen penulis mengenai peristiwa yang ramai dibicarakan; dan

c) pernyataan ulang pendapat: berisi bagian akhir/kesimpulan yang berisi pernyataan ulang pendapat dan argumen penulis mengenai peristiwa yang ramai dibicarakan.

5. Teks Ulasan Teks ulasan adalah teks yang berisi tinjauan suatu karya baik berupa film, buku, benda, maupun karya seni untuk mengetahui kualitas, kelebihan, dan kekurangan karya tersebut.

Ulasan ditujukan untuk pembaca atau pendengar khalayak ramai. Teks ulasan juga memberikan tanggapan atau analisis yang berhubungan dengan latar, waktu, tempat, dan karakter (ulasan novel).

Ciri-ciri teks ulasan:

x memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini penulis terhadap suatu karya atau produk;

x opininya berdasarkan fakta yang diinterpretasikan; dan

x dikenal dengan istilah lain yaitu resensi.

Struktur teks:

a) Orientasi: gambaran umum atas bahan atau karya sastra yang akan diulas. Gambaran umum karya atau benda tersebut bisa berupa paparan tentang nama, kegunaan, dan sebagainya.

b) Tafsiran: isi memuat pandangan pengulasnya sendiri mengenai karya yang diulas. Pada bagian ini penulis biasanya membandingkan karya tersebut dengan karya lain yang dianggap mirip. Selain itu, penulis juga menilai kekurangan dan kelebihan karya yang diulas

c) Evaluasi: bagian evaluasi dilakukan penilaian terhadap karya, penampilan, dan produksi. Bagian tersebut berisi gambaran teperinci suatu karya atau benda yang diulas. Penilaian ini bisa berupa bagian, ciri, dan kualitas karya tersebut.

d) Rangkuman: penulis memberikan gambaran akhir yang berisi simpulan karya tersebut.

Pola pengembangan paragraf dibedakan menjadi:

1. Umum-khusus Paragraf ini dimulai dengan pikiran utama (pernyataan umum) kemudian diikuti pikiranpikiran penjelas (pernyataan khusus).

2. Khusus-Umum Paragraf ini dimulai dari pikiran-pikiran penjelas dan diakhiri dengan kesimpulan.

3. Generalisasi Paragraf ini bertolak dari satu atau sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju kesimpulan. Ciri generalisasi: beberapa fakta bisa hilang, tetapi kesimpulanya tetap.

4. Definisi Paragraf definisi memberikan batasan tentang sesuatu dengan menguraikan dengan beberapa kalimat.

5. Sebab Akibat Paragraf sebab akibat dimulai dengan peristiwa-peristiwa yang menjadi sebab dan diakhiri dengan peristiwa yang menjadi akibat.

6. Akibat sebab Paragraf akibat sebab diawali dengan peristiwa yang menjadi akibat dan diakhiri dengan peristiwa yang menjadi penyebabnya.

7. Analogi Paragraf analogi berisi peristiwa khusus dibandingkan dengan peristiwa khusus yang lain yang memiliki kesamaan (penarikan kesimpulan berdasarkan persamaan sifat).

8. Kronologi Paragraf kronologi disusun berdasarkan urutan waktu kejadian.  

9. Perbandingan Paragraf perbandingan adalah paragraf yang mengungkapkan persamaan dan perbedaan dua objek atau lebih.

Berdasarkan isinya paragraf dibedakan menjadi:

1. narasi, berisi cerita yang disusun berdasarkan urutan waktu;

2. deskripsi, berisi penggambaran sesuatu sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan penulis;

3. persuasi, berusaha memengaruhi pembaca dengan memberi alasan dan bukti agar pembaca mau melakukan tindakan seperti yang dilakukan penulis;

4. argumentasi, memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat/gagasan; dan

5. eksposisi, memaparkan sesuatu dengan memberikan data atau keterangan sebagai penjelasan.

Penalaran dibedakan:

1. Silogisme: penarikan kesimpulan berdasarkan premis umum dan premis khusus. Contoh: PU : Warga negara Indonesia ber-KTP PK : Pras warga negara Indonesia K : Pras ber-KTP

2. Entimen: silogisme yang dipersingkat, dari silogisme di atas, bentuk entimennya menjadi Pras ber-KTP karena Pras warga negara Indonesia.

C. Menentukan Isi Biografi

Biografi adalah catatan riwayat hidup seseorang atau tokoh yang ditulis oleh orang lain.

Biografi berisi kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai lanjut usia. Bahkan, beberapa biografi menceritakan kehidupan tokoh sampai meninggal dunia. Di dalam biografi dipaparkan semua hasil karya atau jasa-jasa tokoh tersebut.