Alasan Memilih Jurusan Perpajakan

Pinterin

Kenapa Memilih Jurusan perpajakan (administrasi fiskal)?

Menjadi salah satu jurusan favorit, ternyata ada banyak keuntungan jika mengambil jurusan perpajakan ini, di antaranya:

Planner Kuliah Jurusan Perpajakan

Daily Planner Kuliah Jurusan Perpajakan | Test SNMPTN-SBMPTN-UTBK

Cek di Shopee Diskonnya
  1. Berkesempatan mengabdikan diri di Kantor Pelayanan Pajak dan menjalankan fungsi pelayanan dan konsultasi perpajakan serta fungsi pengawasan dan penggalian potensi wajib pajak
  2. Memiliki peluang karir tidak hanya di Direktorat Jenderal Pajak tetapi juga institusi di dalam lingkungan Kementerian Keuangan seperti Badan Kebijakan Fiskal,. Pusdiklat Pajak dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan.
  3. Perusahaan-perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta sama-sama membutuhkan tenaga ahli di bidang perpajakan untuk mengurus kewajiban pajak mereka.
  4. Jenjang karir menjanjikan, dari akuntan pajak naik menjadi manajer perpajakan hingga direktur perpajakan.
  5. Jika mengikuti Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak yang diselenggarakan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia, maka lulusan prodi ini juga bisa membuka bisnis jasa konsultasi pajak sendiri.
  6. Layanan jasa lain yang dapat diberikan yaitu menjadi seorang Kuasa Hukum yang mendampingi dan atau mewakili pihak yang bersengketa dalam perkara pajak di Pengadilan Pajak.

Prospek Kerja

Bagi pemerintah, tugas profesional pajak sangat penting dalam hal membantu penghitungan potensi penerimaan negara dan pengelolaannya. Sedangkan perusahaan-perusahaan umumnya memerlukan ahli administrasi fiskal untuk menghitung dan mengurus pajak yang harus mereka bayarkan ke negara. Keduanya adalah tugas yang sangat potensial dan menjadikan gelar lulusan prodi perpajakan menjadi nilai jual yang tinggi.

Jurusan Perpajakan
Program studi Perpajakan atau yang juga dikenal Administrasi Fiskal merupakan salah satu dari 2 jurusan dalam Fakultas Ilmu Administrasi. Tidak hanya tentang pajak, mahasiswa jurusan ini juga akan mempelajari berbagai jenis perspektif, termasuk ekonomi, akuntansi dan hukum.